MLM
|
Money game
|
Sudah dimasyarakatkan dan diterima
hampir di seluruh dunia
|
Sudah banyak negara yang melarang dan
menindak perusahaan dengan system ini, bahkan pengusahanya diciduk pihak yang
berwajib
|
Berhasil meningkatkan penghasilan dan
kesejahteraan para anggotanya dari level atas sampai level bawah.
|
Hanya menguntungkan bagi orang-orang
yang pertama atau lebih dulu bergabung sebagai anggota, atas kerugian yang
mendaftar belakang
|
Keuntungan/keberhasilan Mitra Usaha
ditentukan dari hasil kerja dalam bentuk penjualan/pembelian produk/jasa yang
bernilai dan berguna untuk konsumen.
|
Keuntungan/keberhasilan anggota
ditentukan dari seberapa banyak member tersebut merekrut orang lain yang
menyetor sejumlah uang sampai terbentuk satu format piramida.
|
Keuntungan/keberhasilan Mitra Usaha
ditentukan dari hasil kerja dalam bentuk penjualan/pembelian produk/jasa yang
bernilai dan berguna untuk konsumen.
|
Keuntungan/keberhasilan anggota
ditentukan dari seberapa banyak member tersebut merekrut orang lain yang
menyetor sejumlah uang sampai terbentuk satu format piramida.
|
Biaya pendaftaran menjadi anggota
tidak terlalu mahal, masuk akal dan imbalannya adalah Starter Kit yang
senilai. Biaya pendaftaran tidak dimaksudkan untuk memaksakan pembelian
produk dan bukan untuk mencari untung dari biaya pendaftaran
|
Biaya pendaftaran anggota sangat
tinggi, biasanya disertai dengan produk-produk yang jika dihitung harganya
menjadi sangat mahal (tidak sesuai dengan produk sejenis yang ada di
pasaran). Jika seorang anggota lebih banyak merekrut orang lain, maka barulah
ybs mendapatkan keuntungan, dengan kata lain keuntungan didapat dengan
merekrut lebih banyak anggota, bukan dengan penjualan yang lebih banyak.
|
Keuntungan yang didapat Mitra Usaha
dihitung berdasarkan hasil penjualan dari setiap anggota jaringannya
|
Keuntungan yang didapat anggota
dihitung berdasarkan sistem rekruting sampai terbentuk format tertentu.
|
Jumlah orang yang direkrut anggota
tidak dibatasi, tetapi dianjurkan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan
masing-masing.
|
Jumlah anggota yang direkrut
dibatasi. Jika ingin merekrut lebih banyak lagi, ybs harus menjadi anggota
(membeli kavling) lagi.
|
Setiap Mitra Usaha sangat tidak
dianjurkan bahkan dilarang menumpuk barang (Inventory Loading) karena di
dalam jualan langsung yang terpenting adalah produk yang dibeli bisa dipakai
dan dirasakan khasiat/kegunaannya oleh konsumen
|
Setiap anggota dianjurkan untuk
menjadi anggota berkali-kali dimana setiap kali menjadi anggota harus membeli
produk dengan harga yang tidak masuk akal. Hal ini menyebabkan banyak sekali
anggota yang menimbun barang dan tidak dipakai.
|
Program pembinaan Mitra Usaha sangat
diperlukan agar didapat anggota yang berkualitas tinggi.
|
Tidak ada program pembinaan apapun
juga, karena yang diperlukan hanya rekruting saja.
|
Pelatihan produk menjadi hal yang
sangat penting, karena produk harus dijual sampai ke tangan konsumen.
|
Tidak ada pelatihan produk, sebab komoditas
hanyalah rekrut keanggotaan. Produk dalam sistem ini hanyalah suatu kedok
saja.
|
Setiap up line sangat berkepentingan
dengan meningkatnya kualitas dari para downlinenya, kesuksesan seorang Mitra
Usaha dapat terjadi jika downlinenya sukses. Keberhasilan upline ikut
ditentukan dari keberhasilan down line.
|
Para up line hanya mementingkan
rekruting orang baru saja. Apakah downline berhasil atau tidak, bukanlah
merupakan perhatian dari upline.
|
Merupakan salah satu peluang berusaha
yang baik dimana setiap Mitra Usaha harus terus melakukan pembinaannya untuk
jaringannya. Tidak bisa hanya menunggu
|
Bukan merupakan suatu peluang usaha,
karena yang dilakukan lebih menyerupai untung-untungan , dimana yang perlu
dilakukan hanyalah membeli kavling? dan selanjutnya hanyalah menunggu.
|
UAS E-Commerce dan MLM
Kamis, 18 Juni 2015
Perbedaan Mendasar antara MLM dengan Money Games
Berikut ini adalah perbedaan MLM dengan Money Game menurut situs resmi APLI.or.id
Perbedaan Mendasar antara E-Commerce dengan Retail Konvensional
Perbedaan Mendasar antara E-Commerce dengan Retail Konvensional :
Siklus Penjualan
|
Retail Konvensional
(Meng gunakan Berbagai Media)
|
E- Commerce
(Menggunakan
Internet)
|
Mencari Informasi barang / jasa yang diperlukan
|
Majalah, katalog, surat kabar
|
Situs web
|
Memeriksa harga
|
Katalog tercetak
|
Katalog online
|
Memeriksa ketersediaan barang dan harganya
|
Telepon, faksimili
|
Situs WEB
|
Melakukan pemesanan
|
Surat, faksimili
|
E-mail
|
Mengirimkan pesanan
|
Surat, faksimili
|
E-mail, halaman WEB
|
Mengurutkan pesanan
|
Manual
|
Basisdata
|
Memeriksa barang di gudang
|
Bentuk tercetak, telepon, faksimili
|
Basisdata, halaman WEB
|
Menjadwalkan pengiriman
|
Bentuk tercetak
|
E-mail, basisdata
|
Membuat invoice mengirimkan pesanan
|
Bentuk tercetak pengirim
|
Basisdata pengirim
|
Konfirmasi pesanan
|
Surat, telepon, faksimili
|
E-mail
|
Mengirim dan menerima invoice
|
Surat
|
E-mail, EDI (Electronic Data Interchange)
|
Jadwal pembayaran
|
Bentuk tercetak
|
Basisdata, EDI
|
Mengirim dan menerima bukti pembayaran
|
Surat
|
E-mail, EDI
|
http://hightek-bet.blogspot.com/2009/10/pasar-konvensional-vs-e-commerce.html
Langganan:
Postingan (Atom)